Senin, 30 November 2009

PARANORMAL KI WIRALODRA


Dengan lahirnya KI WIRALODRA didunia spiritual tergolong termuda sebagai paranormal. KI WIRALODRA menapaki karirnya sebagai ahli spiritual dari sejak usia remaja, pada usia tersebut Ki Wiralodra sudah memiliki kemampuan dalam bertirakat. Ki Wiralodra lahir pada tanggal 07 Agustus 1980, KI WIRALODRA adalah keturunan Mbah Juk Mayang Al Madurani. Mbah Juk Mayang wafat di Kabupaten Pamekasan yang sekarang nama makamnya dikenal dengan nama Asta Juk Mayang Pamekasan Madura Jawa Timur. Mbah Juk Mayang dikenal sebagai orang ahli bertapa di wilayah Madura Jawa Timur, Mbah Juk Mayang memiliki keturunan yang tersebar di wilayah pantai utara Sumenep, salah satu keturunannya adalah Kyai Husen. Kyai Husen wafat di daerah Kecamatan Ambunten Kabupaten Sumenep. Kyai Husen memiliki kelebihan berjalan diatas air, dan Kyai Husen juga memiliki santri dan banyak santri yang mengaji serta menimba ilmu agama kepada Kyai Husen. Rumah panggung tempat Kyai Husen memberikan ilmu agama kepada para santrinya. Kyai Husen memiliki putra yaitu KH. Abdurrahman yang lahir di Ambunten Kabupaten Sumenep dan KH. Abdurrahman memiliki putra yaitu Kyai Muparaka. Kyai Muparaka memiliki putri yaitu Nyai Naf’ah dan Nyai Naf’ah menikah dengan seorang laki-laki kelahiran Desa Paberasan Kecamatan Kota Kabupaten Sumenep yaitu Abdul Aziz bin Kyai Muruddin. Dari perkawinannya memiliki 5 (lima) putra dan salah satu putranya adalah Ki Wiralodra, sedangkan Ki Wiralodra anak ke 2 (dua) dari 5 (lima) bersaudara dan kelima saudaranya adalah semuanya laki-laki. Kemudian Ki Wiralodra menikah dengan seorang putri cucu dari KH. Qobul atau yang bergelar dengan sebutan Wali Puser Alam, sedangkan KH. Qobul Wali Puser Alam adalah putra keturunan Sunan Ampel dan KH. Qobul adalah guru spiritualnya Presiden Soeharto tahun 80-an. Berikut silsilah KH. Qobul Wali Puser Alam: 1. Nabi Muhammad SAW, 2. Siti Fatimah R.A, 3. Sayyidina Husen, 4. Abdullah, 5. Musa, 6, Abdullah, 7. Musa Juni, 8. Daud, 9. Muhammad, 10. Yahya Zahidi, 11. Abdullah, 12. Kandayus, 13. Jailani, 14. Sholih, 15. Syech Abdul Qodir Al Jaelani, 16. Siti Aisyah, 17. Syech Mahmudi Qubro, 18. Syech Ahmadil Qubro, 19. Syech Maulana Ibrahim, 20. Istamar, 20. Sunan Ampel, 21. Pangeran Musa, 22. Sunan Miftah, 23. Cendana Kaburik, 24. Hakimuddin, 25. Mawuddin, 26. Nyai Salamah, 27. Nyai Nuryamah, 28. Bindara Saud (Raja Sumenep ke-3), 29. Kyai Ahmad, 30. Kyai Fila, 31. Kyai Qobul Wali Bettangan, 32. Kyai Naibi, 33. Kyai Minhad, 34. Kyai Ismail, 35. Kyai Qobul, 36. KH. Qobul Wali Puser Alam, 37. KH. Manshur, 38. Nyai Sirri Wahyuni (istri Ki Wiralodra), 39. Nyai Alievatul‘Aziezah eL Nabiel (putri pertama dari hasil perkawinan Nyai Sirri Wahyuni dan Ki Wiralodra). Ki Wiralodra adalah Keturunan Mbah Juk Mayang yang ke 7 (tujuh) dan Ki Wiralodra telah mengenal dunia spiritual, konon di usia remaja Ki Wiralodra dikenal oleh kalangan teman-teman sekolahnya yaitu sudah mahir bertirakat di makam-makam keramat. Tanpa seorang guru yang mendampinginya Ki Wiralodra tetap istiqamah menjalankan ritual pada malam hari, sehingga pada waktu sekolah Ki Wiralodra jarang sekali masuk sekolah karena di malam harinya dihabiskan bertirakat. Tasbihnya tidak pernah lepas dari tangannya baik di rumah maupun di sekolah, menjadikan Ki Wiralodra dikenal banyak teman-teman sebagai orang yang mahir dalam spiritual. Ada cerita menarik yang di dapat dari Ki Wiralodra yaitu pada saat ada pertandingan catur di sekolah, saat itu masih duduk di bangku sekolah kelas III SLTP 3 Negeri Sumenep Ki Wiralodra mengikuti pertandingan catur yang pesaing-pesaingnya rata-rata kelas III, dikala itu ketika sudah sampai pada giliran Ki Wiralodra bertanding dimulailah acara pertandingan catur dan pada saat detik-detik terakhir Ki Wiralodra rupanya akan kalah, namun tiba-tiba muncullah dalam benak Ki Wiralodra “saya mau tidak mau harus menggunakan ilmu saya”, nah saat itupula Ki Wiralodra membaca mantera didalam hatinya dan sambil menggerakkan matanya dan di iringi mata batin dikeluarkanlah jurus gerak mata batinnya, dan seketika itupula lawannya mulai tidak karuan dalam melangkah memindah anak-anak caturnya, sehingga matanya tidak bisa melihat dengan sempurna dan rupanya bukan hanya mata yang tidak bisa melihat tetapi pikirannya juga seperti dihipnotis, spontan anak caturnya di makan oleh pionnya sendiri. Melihat kondisi itu Ki Wiralodra menggunakan kesempatan tersebut, kemudian tidak lama kemudian Ki Wiralodra dapat mengalahkan lawannya. Ke esokan harinya Ki Wiralodra masuk pada acara final, karena sebelumnya Ki Wiralodra telah mengalahkan lawannya di seri semi final, maka dimulailah acara pertandingan di acara final tersebut. Kali ini lawannya adalah pemain tangguh menurut cerita teman-temannya lawannya adalah pemain yang cerdas, namun Ki Wiralodra rupanya tidak gentar untuk menghadapi lawannya, karena bermodalkan tirakat di malam harinya, Ki Wiralodra menyerahlan semuanya kepada Allah, dan dengan penuh keyakinan dihadapilah lawannya dengan dimulainya acara tersebut Ki Wiralodra berdoa dalam hatinya semoga Allah Menolong kembali disaat akan kepepet. Ternyata dugaan teman-temanya benar ketika posisinya hampir kalah maka Ki Wiralodra kembali mengeluarkan ilmunya dengan memakai jurus mata batinnya, akhirnya lawannya tidak lama berselang beberapa waktu kemudian acara pertandingan tersebut dimenangkan oleh Ki Wiralodra, kejadiannya hampir sama dengan yang sebelumnya yaitu mata lawannya tidak bisa melihat dengan sempurna sehingga permainannya jadi semrawut. Maka dengan kemenangan yang diraih Ki Wiralodra itu, Ki Wiralodra mendapat hadiah dari sekolah, yang penerimaan hadiah tersebut di berikan tepat hari senin disaat upacara bendera di sekolahnya. Terkenallah nama Ki Wiralodra, dengan kemenangan tersebut Ki Wiralodra semakin di segani dan dikenal oleh semua kalangan baik teman-temannya dan guru-guru serta kepala sekolah. Setelah menempuh sekolah SLTP Ki Wiralodra akhirnya lulus dari sekolah dan Ki Wiralodra kemudian masuk di sebuah sekolah SMA swasta PGRI pada tahun 1990, dan sejak itu pada saat kelas 1 SMA Ki Wiralodra tidak henti-hentinya melakukan ritual di makam-makam para wali Allah, makam yang pernah disinggahinya adalah makam Syech Ahmad Baidawi yang dikenal dengan julukan “Wali Katandur”, serta yang kedua makam Kyai Ali atau terkenal dengan julukan “Wali Berambang”. Sech Ahmad Baidawi adalah keturunan dari Sunan Pakaos, Sunan Pakaos adalah Putra dari Sunan Kudus. Syech Ahmad Baidawi masuk ke sumenep adalah pembabat Islam yang pertama di Sumenep, sehingga Syech Ahmad Baidawi terkenal sebagai seorang petani yang pada saat itu para petani tidak bisa menikmati hasil pertaniannya karena disebabkan selalu matinya dan hama yang menyerang tanaman penduduk sekitar asta katandur. Dimulainya Ki Wiralodra bertirakat di makam Wali Katandur di awali dari datangnya petunjuk bahwa tempat yang tepat untuk bertirakat adalah di asta katandur. Awal dimulainya tirakat di asta tersebut bertepatan dengan hari pertama bulan ramadlan, sehingga malam permulaan ramadlan Ki Wiralodra tepat jam 12 malam sehabis tadarus berangkat ke asta katandur, keistiqamaan itulah Ki Wiralodra akhirnya sampai pada pertengahan hari ke 15 Ki Wiralodra menemui suatu ujian yaitu ketika sepulangnya tadarus dan mau berangkat ke asta katandur sepeda pancal yang di naikinya bannya kempos ternyata ban tersebut meletus. Ki Wiralodra tidak henti-hentinya berpikir “bagaimana saya bisa sampai di asta katandur…?” dan dengan penuh keyakinan Ki Wiralodra memompa ban tersebut, ketika ban tersebut di pompa Ki Wiralodra meludai ban yang berlubang tersebut sambil berdoa “Ya Allah sampaikan saya ditempat asta sampai pulangnya nanti, dan saya memohon agar ban ini tidak kempos lagi dan engkau selamatkan saya sampai saya pulang kembali kerumah”, namun aneh ternyata dengan kekuasannya Allah ban tersebut sampai kepulangannya betul seperti doanya bahwa ban tersebut tetap utuh tidak kempos, padahal ban tersebut meletus dan harus ditembel, tapi jika Allah berkendak maka sesuatu yang tidak mungkin terjadi bisa terjadi, itulah jika Allah mengasihi hambanya yang dekat dengan-Nya. Dan akhirnya sampailah hari ke 30 Ki Wiralodra bertirakat, dan bertepatan dengan malam hari raya idul fitri, Ki Wiralodra tetap menjalankan tirakatnya, sampai akhirnya tepat hari ke 40 Ki Wiralodra mengakhiri tirakatnya, dan terakhir 41 hari Ki Wiraldora telah menyelesaikan tirakat di asta katandur atau wali katandur.

Sedangkan di asta Kyai Ali atau Wali Brambang Ki Wiralodra melakukan tirakat yang kedua kalinya setelah bertirakat di asta wali katandur, namun Ki Wiralodra bertirakat tidak sampai 41 hari, namun hanya 1 minggu lamnya. Konon cerita zaman kerajaan dahulu, Kyai Ali adalah sesosok ulama yang dikenal dengan ilmu ladunni. Sehingga Putri Kuning, putri keraton sumenep mengutus prajuritnya untuk mengirim seokor kera untuk di bawa ke Kyai Ali. Putri tersebut berkata “bawalah kera ini, saya ingin tau seperti apa kehebatan ilmu yang dimiliki Kyai Ali…?”, maka berangkatlah utusan tersebut ke arah timur keraton sumenep yang sekarang asta tersebut tempatnya di sebelah timur lapangan pesawat panglegur sumenep. Setelah kyai Ali menerima kera tersebut dirawatlah dengan baik, dan akhirnya kera tersebut bisa membaca Al Qur’an dan hafal sampai 30 juz “SUBHANALLAH”. Sungguh luar biasa kebesaran Allah, seekor kera bisa mengaji sampai hafal Al Qur’an 30 juz. Setelah mendengar kabar dari prajurit kerajaan, bahwa kera yang tadinya di kirim oleh putri keraton akhirnya bisa mengaji Al Qur’an, akhirnya gegerlah di seluruh kalangan istana kerajaan, kemudian terkenallah Kyai Ali Wali Brambang. Kyai Ali adalah keturuan dari Sunan Kudus, yang konon antara Syech Ahmad Baidawi dan Kyai Ali adalah satu keturunan dari Sunan Kudus.

Di usia yang ke 16 tahun, Ki Wiralodra semakin dekat dengan dunia spiritual, cerita menarik dari Ki Wiralodra setelah menjalani tirakatnya di Kyai Ali, Ki Wiralodra secara tidak sengaja di berikan kepandaian yang diluar dugaannya, yaitu disaat duduk di kelas 1 SMA Ki Wiralodra menjadi seorang yang cerdas tanpa belajar Ki Wiralodra dapat menangkap berbagai ilmu pengetahuan, menjadikan Ki Wiralodra terkenal dengan kepandaiannya. Sehingga teman-teman dikelasnya banyak yang mendekatinya, setiap ada perintah dari gurunya Ki Wiralodra dapat menjawab dengan benar apa yang di suguhkan oleh gurunya. Hal inilah banyak teman-temannya banyak yang mendekatinya, tidak jarang wanita-wanita di kelasnya mendekatinya dan bahkan berebut kursi untuk bisa duduk dengan Ki Wiralodra. Terkenalllah Ki Wiralodra di kelasnya, sehingga menjadikan Ki Wiralodra menjadi anak faforit dikelasnya. Setelah satu tahun kemudian, akhirnya Ki Wiralodra menginjak ke kelas 2, di kelas inilah Ki Wiralodra jarang masuk ke sekolah karena dimalam harinya di isi dengan ritual bertirakat di dalam kamarnya sampai pagi, sehingga ketika jam berangkat ke sekolah Ki Wiralodra baru tidur. Tidak jarang guru pembimbingnya memanggil Ki Wiralodra ke ruang BP3, namun tidak mambuat Ki Wiralodra jera. Keesokan harinya malah menjadi-jadi Ki Wiralodra tidak masuk sekolah selama 3 bulan lamanya. Ketika akhir kenaikan kelas teman-temannya mengatakan bahwa Ki Wiralodra tidak akan naik kelas, namun apa jawaban Ki Wiralodra “saya naik atau tidak naik itu sama saja bagi saya, karena hanya Allah yang bisa menjadikan naik atau tidaknya saya ke kelas 3 nanti”. Sungguh jawaban yang sangat diluar dugaan, sehingga teman-tamannya tidak berani mengatakatannya lagi. Namun, apa yang terjadi betul apa yang di katakan Ki Wiralodra pada saat kenaikan kelas Ki Wiralodra tetap naik ke kelas 3. Pada tahun 1998 Ki Wiralodra lulus dengan nilai baik, setelah itu Ki Wiralodra tidak henti-hentinya menjalani tirakat, sampai berbulan-bulan lamanya kehidupannya di isi dengan ritual. Menginjak usia 20 tahun tepatnya pada tahun 2000 Ki Wiralodra berangkat ke Jakarta yaitu sowan ke rumah guru spiritualnya dan sekaligus menambah pengetahuan ilmu spiritualnya dari guru besarnya dan guru besarnya kini adalah guru utama atau pewaris Ilmu Silat BUDI SUCI INDONESIA yaitu Bapak Zainal Abidin Sidik atau Ki Singalodra.


KI WIRALODRA BERTEMU DENGAN GURU GHAIB, 7 (TUJUH) GURU DARI GUNUNG SEMERU

Pertama dimulainya pertemuan dengan Guru Ghaib dari Gunung Semeru, yaitu berawal pertemuannya dengan paranormal bernama Raden Nanak dari Tasik Malaya Jawa Barat yang juga keturunan paranormal yaitu Ibunya, kemudian Raden Nanak merantau atas suruhan ibunya dengan bekal jagung yang diberikan kepadanya kemudian Raden Nanak memulai merantau dengan jagung pemberian ibunya. Dimulai dari daerah kelahirannya Tasik Malaya sampai kedaerah-daerah di Jawa Barat, Bali, sampai ke daerah-daerah di Indonesia dan terakhir di Sumenep Jawa Timur. Raden Nanak merantau dan sampai di daerah Alas Purwo, hutan yang terkenal angker yang dihuni beberapa makhluk Ghaib, konon hutan tersebut juga sebagai pertemuannya semua mahkluk-makhluk ghaib. Setelah bertahun-tahun merantau mencari jati dirinya kemudian Raden Nanak bertemu dengan Gadis Desa yaitu tepatnya di Dusun Bunpenang dan menetap di Dusun Bunpenang Kecamatan Dungkek Kabupaten Sumenep. Pada tahun 2007 Ki Wiralodra bertemu dengan Raden Nanak, dari Raden Nanak inilah Ki Wiralodra mendapat tambahan pengetahuan ilmu spiritual yaitu pengetahun tentang ilmu ghaib. Ki Wiralodra kemudian diwarisi suatu ilmu oleh Raden Nanak yaitu ILMU SUKMO SEJATI, dan juga ilmu-ilmu lainnya. Dari ilmu yang didapatnya dari Raden Nanak inilah Ki Wiralodra kemudian bertemu langsung dengan guru ghaibnya, dari pertemuan tersebut Ki Wiralodra mengenal 7 guru ghaib dari Gunung Semeru. Diantara nama ketujuh guru ghaib tersebut adalah sebagai berikut:
1. Nyai Roro Kidul
2. Nyai Raden Ayu
3. Nyai Blorong
4. Mbah Cendek
5. Mbah Raden Bagus
6. Mbah Raden Gimbal
7. Mbah Yungbiyung
Dari ketujuh guru ghaib tersebut Ki Wiralodra tepatnya pada tanggal 1 syuro pukul 1.30 WIB dini hari, mengadakan pertemuan dengan salah satu guru ghaibnya yaitu Mbah Raden Gimbal di Asta bernama Pasarean Kyai Agung Gurang Garing (masih termasuk sesepuh dari Wali Puser Alam KH. Qobul). Dari pertemuan tersebut Ki Wiralodra mendapat wejangan dan pesan agar Ki Wiralodra bisa menjadi orang yang sabar dan selalu senantiasa mengamalkan ilmu Sukmo Sejati sampai akhir hayatnya. Hari demi hari dilalui dan berbulan-bulan guru ghaib tersebut selalu datang setiap saat kerumah Ki Wiralodra, baik malam hari maupun disiang hari. Setiap kehadiran guru ghaibnya dari salah satu dari ke tujuh guru ghaib tersebut selalu memberikan pesan-pesan yang berkenaan dengan ilmu spiritual. Sehingga Ki Wiralodra semakin memahami akan alam ghaib, maka Ki Wiralodra menerapkan ajaran-ajaran yang disampaikan oleh guru ghaibnya, sehingga Ki Wiralodra mengamalkannya dengan penuh kesabaran dan ketaatan kepada Allah SWT.


APAKAH BUDI SUCI

Perguruan silat Budi Suci adalah suatu silat warisan leluhur budaya bangsa Indonesia yang mengajarkan Ilmu Beladiri serta Ilmu Lembu Skil. Untuk memperolah suatu kondisi kesehatan yang prima, serta keselamatan dan ketentraman lalu percaya diri. Setelah memperoleh khataman (pengisian), maka bioelektrik yang ada dalam tubuh kita terangsang dan menditribusikannya keseluruh tubuh. Bila kekuatan ini mengalir keseluruh tubuh kita terlindungi dari segala gangguan-gangguan dari luar. Melalui metode tehnik pernapasan, latihan Jurus Inti, Bhesi Jurus Serta supranatural yang bisa digunakan untuk pengobatan atau penyembuhan dan banyak lagi kegunaan lainnya. Kehidupan ragawi manusia sangat tergantung pada kesehatan dan kesempurnaan fungsi-fungsi faali tubuh manusia, seperti paru-paru, jantung, pencernaan dan sistem syaraf. Kesehatan seseorang berpengaruh terhadap kapasitas vital organ-organ tubuh seperti paru-paru, jantung, pencernaan dan sistem syaraf, begitu pula sebaliknya kapasitas vital sangat berpengaruh terhadap kesehatan, karena paru-paru adalah bekerja untuk mengambil Oksigen (02) dari udara serta mengeluarkan C02 yang merupakan sisa dari pembakaran tersebut, untuk itulah diperlukan pernafasan yang baik. Manusia dapat melakukan pernapasan dengan tiga cara yaitu bernafas dengan dada, perut serta gabungan antara dada dan perut, untuk itulah diciptakan bentuk-bentuk latihan jurus pernafasan yang tujuannya untuk meningkatkan kerja paru-paru sehingga kesehatan tubuh dapat dipelihara dengan baik. Titik akupuntur adalah titik dimana dimpul syaraf itu berada diseluruh jaringan tubuh terletak diantara otot-otot dan dibawah jaringan kulit. Demikian pula pada origo dan insersio otot juga terdapat titik akupuntur yang disebut meridien. Titik ini merupakan titik dimana gerak otot yang bertumpu dan apabila titik disentuh, secara individu otot-otot tersebut akan berkonsentrasi. Sentuh itu bermanfaat untuk membantu merelaksasi otot-otot dari ketegangan (seluruh perjalanan syarat berakhir pada seluruh indera tubuh, terutama dada telapak tangan dan kaki, bila telapak tangan dan kaki diberi sentuhan, secara tidak langsung kondisi syaraf akan teransang dan memacu pusat syaraf untuk bekerja). Oleh karena itu, dapat ditarik kesimpulan bahwa pelaksanaan latihan jurus pernapasan perguruan silat Budi Suci akan mampu meransang syaraf tersebut dan sekaligus menimbulkan tenaga murni atau ILMU LEMBU SEKILAN.


KI WIRALODRA MENDALAMI ILMU DARI GURUNYA KI SINGALODRA

- Aji Sukmo Sejati: Manfaat dan Kegunaannya adalah Untuk meminta petunjuk Ghaib serta dapat berkomunikasi dengan mahkluq ghaib dan dapat mendatangkan makhluq dari alam ghaib.

- Aji Pancasona: Manfaat dan Kegunaannya adalah Untuk Kekebalan dan penyembuhan dari segala macam penyakit, baik penyakit non medis dan medis.

- AJI WARINGIN SUNGSANG: Manfaat dan Kegunaannya adalah Untuk kewibawaan, daya tarik lawan jenis, kelancaran bisnis, kebal senjata tajam, dan membangkitkan kepercayaan diri.

- AJI DANDAN JAYA: Manfaat dan Kegunaannya adalah Untuk melancarkan usaha/bisnis, dan menyimpan kekuatan gaib untuk memperoleh angka-angka keberuntungan/memenangkan persaingan dalam hal apapun.

- AJI PANCA DAYA: Manfaat dan Kegunaannya adalah Untuk mensukseskan usaha real estate/pertokoan, pabrik, insdustri, maupun restoran.

- AJI KALAMUNYENG: Manfaat dan Kegunaannya adalah Untuk membuat laki-laki/perempuan bertambah perkasa dan bergairah seksual tinggi, meningkatkan kenikmatan hubungan seksual, menjadi perangkat ampuh agar kekasih atau suami/istri tidak bisa berselingkuh dengan orang lain.

- AJI LANGLANG GELAP: Manfaat dan Kegunaannya adalah Untuk Pengasihan Lawan Jenis, Penarik/pemikat yang tinggi, awet muda, dan berlimpah curahan kasih sayang dari lawan jenis.


DENGAN AJIAN KI WIRALODRA DAPAT MENGATASI BEBERAPA HAL

1. Meramal Nasib dan Keberuntungan Masa Depan: Dengan ILMU BUDI RASA untuk meraih masa depan.

2. Menangani Segala Macam Problem Rumah Tangga/Pacar: Seperti penyelewengan perselingkuhan, ditinggal kekasih, agar orang yang anda cintai kembali kepelukan.

3. Menyembuhkan Penyakit Nonmedis: Seperit akibat serangan santet, guna-guna, pelet, penyakit yang sulit disembuhkan, dll.

4. Mentransfer Ilmu Secara Gaib: Seperti ILMU LEMBU SEKILAN dan ILMU KEBAL Dan KESELAMATAN, Pengisian Perhiasan Dan Kecantikan Secara Gaib, sehingga akan lebih percaya diri.

5. Pagar Rumah, Tempat Usaha Dan Badan: Dengan ilmu anti santet&guna-guna, untuk menangkal pengaruh jin jahat, pencurian dan perampokan, membuat hidup anda merasa aman dan nyaman.

6. Mengatasi Problem Usaha/Pekerjaan: Seperti ingin cepat sukses, ingin cepat naik pangkat/karir, berhasil mandapatkan proyek/tender tanpa proses yang bebelit-belit.

7. Mengusir Sengkolo/Katutupan Kajang: Dengan ritual khusus sehingga membuka bintang terang kehidupan anda, cepat mendapatkan jodoh, dan memperlancar segala usaha/bisnis.


HUBUNGAN ANTARA KI WIRALODRA DENGAN PERGURUAN SILAT BUDI SUCI INDONESIA

Perguruan silat Budi Suci ini bermula dari dari seorang putra bangsa Indonesia kelahiran Indramayu - Jawa Barat yang bernama H. ABDUL RASYID, beliau dilahirkan pada tahun 1902, yang diasuh dan dibesarkan oleh pamannya yaitu H. YASIN yang terkenal akan seni beladiri. H. ABDUL RASYID digembleng secara matang oleh pamannya untuk dijadikan PEWARIS TUNGGALNYA untuk segala ilmu pengetahun yang dimilikinya baik ilmu kerohanian maupun ilmu beladiri. Dengan berbekal segala ilmu yang diwarisi dari pamannya, H. ABDUL RASYID pergi merantau dan pada usia 30 tahun beliau pergi menunaikan ibadah haji ke tanah suci Mekah, sehingga beliau dikenal dengan nama HAJI ABDUL RASYID. Sepulangnya dari tanah suci Mekah, beliau hijrah ke tanah kelahirannya di Indramayu (Cerebon), dan dalam perantauannya beliau menciptakan beladiri pencak silat yang dipadukan dengan keimanan kepada Allah SWT, serta kesucian Budi Pekerti sehingga ilmu beladiri yang diciptakannya beliau namakan “BUDI SUCI”. Untuk penyebaran ilmu silat “BUDI SUCI” beliau mengangkat Bapak SIDIK Sebagai Penerusnya. Maka Bapak SIDIK ditugaskan untuk menyebarkan dan mengamalkan ilmu silat ini ke seluruh pelosok Nusantara, serta sebagian daerah Singapura dan Malaysia. Setelah perang kemerdekaan Indonesia bertambah besar tekat Bapak SIDIK untuk mengamalkan serta menyebar luaskan ilmu silat Budi Suci ini kepelosok Nusantara dan tahun 1950 dimulailah perjalanan panjang Bapak SIDIK untuk menyebarkannya. Berikut daerah-daerah penyebaran BUDI SUCI INDONESIA yang disebarkan oleh Bapak Sidik:
- Tahun 1950 mengajar di Indramayu, Cirebon dan Banten
- Tahun 1952 mengajar di Pulau Seribu Jakarta
- Tahun 1954 mengajar di Jakarta
- Tahun 1957 mengajar di T. Bangka
- Tahun 1962 mengajar di daerah Tanjung Pinang
- Tahun 1969 mengajar di daerah medan
- Tahun 1970 mengajar di daerah Banyuwangi
- Tahun 1971 mengajar di daerah Palembang
- Tahun 1972 mengajar di daerah Semarang dan Rembang
- Tahun 1973 mengajar di daerah Sidoarjo, Probolinggo dan Blitar
- Tahun 1974 mengajar di daerah Surabaya
- Tahun 1975 mengajar di daerah Singapura
- Tahun 1976 mengajar di Malaysia dan Sumatera Selatan
- Tahun 1977 mengajar di Bandar Lampung
- Tahun 1978 mengajar di Bali
Pada saat mengajar di Surabaya yaitu tahun 1974 Bapak Sidik bersama anaknya yaitu Zainal Abidin Sidik menetap di Surabaya, dengan memetik pengalaman yang selama ini dalam pengajarannya hanya dilakukan secara kelompok dengan azaz kekeluargaan di rasakan kurang tepat untuk kelestarian dari ilmu silat Budi Suci. Bapak Zainal Abidin Sidik dengan dibantu para guru serta para pendekar yang ada di Indonesia mulai mengorganisir untuk lebih baik lagi, maka didirikanlah Perguruan Silat Budi Suci yang hari kelahirannya ditetapkan tanggal 10 NOPEMBER 1979 serta menetapkan Bapak Sidik sebagi Guru Besar dan Bapak ZAINAL ABIDIN SIDIK sebagi Guru Utama. Pada tanggal 31 Mei 1986 Perguruan Silat Budi Suci masuk dalam IKATAN PENCAK SILAT INDONESIA (IPSI). Tahun 1989 Bapak Zainal Abidin Sidik merantau untuk mengembangkan dan membuka cabang-cabang lagi di wilayah Sumatera Selatan, Lampung dan sekitarnya dan menetap di Prabumulih. Pada tanggal 5 Mei 1994 Bapak Sidik meninggal dunia pada jam 19.00 di rumah sakit Cik Yan Palembang dan sesuai dengan wasiat beliau maka Bapak ZAINAL ABIDIN SIDIK atau KI SINGALODRA (anak Bapak Sidik) menggantikan sebagai guru besar BUDI SUCI INDONESIA.


PERTEMUAN KI SINGALODRA (Indramayu-Jawa Barat) DENGAN KI WIRALODRA (Sumenep-Jatim)

Pada tahun 1994 Ki Wiralodra menjadi murid Ki Singalodra. Dengan diangkatnya Ki Wiralodra sebagai murid Ki Singalodra maka Ki Singalodra membuka Cabang Perguruan Silat Budi Suci di Kabupaten Sumenep. Kemudian Ki Wiralodra diberikan amanah untuk membantu Ki Singalodra untuk membuka Cabang Budi Suci sehingga Ki Wiralodra dilantik sebagai Pelatih Utama Perguruan Silat Budi Suci pada tahun 1994. Jumlah murid Perguruan Silat Budi Suci Cabang Sumenep sekitar 42 orang yang terdiri dari perempuan sebanyak 5 dan 37 laki-laki. Ki Wiralodra menekuni dunia persilatan serta menguasai ilmu beladiri atau pernafasan tenaga dalam di Budi Suci, sehingga Budi Suci berkembang di Sumenep begitu cepatnya sampai saat ini. Nama Ki Wiralodra didapat atau diperoleh dari gurunya yaitu dari Ki Singalodra, nama tersebut diperoleh oleh Ki Singalodra sepulangnya dari Singapura. Setelah beberapa tahun menimba ilmu di Perguruan Silat Budi Suci, Ki Wiralodra banyak memetik pengalaman dari gurunya Ki Singalodra. Sehingga Ki Wiralodra mendapat mandat untuk meneruskan dan mengembangkan Ilmu Budi Suci sesuai amanah yang disampaikan langsung oleh Ki Singalodra. Pada bulan Agustus 2009 Ki Wiralodra diangkat sebagai orang kepercayaan Ki Singalodra dan mewakili ketika Ki Singalodra tidak ada di Sumenep. Ki Wiralodra menggantikan posisi Ki Singalodra untuk memberikan materi Gerak Jurus Inti, Kembangan, Cimande, dan Pecahan kepada para anggota Budi Suci yang ada di Sumenep. Kini Ki Wiralodra memulai perjalanan panjangnya menuju arah yang lebih profesional lagi akan dunia spiritual. Ritual yang dijalani selama beberapa tahun menjadikan Ki Wiralodra menguasai berbagai ilmu pengetahuan spiritual. Dari hasil yang diperolehnya saat ini, ada beberapa ilmu atau asma’ yang diciptakannya melalui bisikan Sukma Sejatinya, berikut ilmu asma’ yang ciptakannya:
1. Asma’ Malaikat;
2. Asma’ Khidir;
3. Asma’ Azimat;
4. Asma’ Rijalul Ghoib;
5. Asma’ Mustajab;
6. Asma’ Nur Muhammad;
7. Asma’ Nurullah;
8. Asma’ Penyembuh;
9. Asma’ Anti Musuh;
10. Asma’ Penjaga Rumah, Toko, Perusahaan;
11. Asma’ Kebal;
12. Asma’ Pengasihan;
13. Asma’ Kewibawaan;
14. Asma’ Tinggi Derajat;
15. Asma’ Anti Sihir, Santet, Tenung;
16. Asma’ Penolak Jin, dll.
Masih banyak lagi yang dikembangkannya melalui hasil tirakatnya, sehingga keseharianya sebagai ahli spiritual muda tidak lepas dari keistiqomahannya menjalani tugas-tugasnya melayani para tamu atau pasien yang datang ketempat prakteknya atau melalui telpon untuk berkonsultasi seputar problem rumah tangga, jodoh, karir, kelancaran usaha, serta persoalan-persoalan lainnya. Hal ini dibuktikan oleh salah satu pasien yang kami temui setelah meminta petunjuk kepada Ki Wiralodra saat itu juga apa menjadi problemnya mendapat jalan sehingga semua persoalan yang dihadapinya dapat diatasi dengan baik. Saat ini Ki Wiralodra selain sebagai paranormal juga sebagai Pelatih Utama di Perguruan Silat Budi Suci Indonesia Cabang Sumenep. Demikian, sejarah lahirnya Ki Wiralodra sebagai Paranormal atau Ahli Spiritual serta hubungan antara Budi Suci dan Ki Wiralodra. Semoga cita-cita H. Abdul Rasyid sejalan dengan penerusnya yaitu K. Sidik dan putranya Zainal Abidin Sidik atau Ki Singalodra sebagai pewaris tunggalnya serta murid kepercayaannya Ki Wiralodra..Amien!!!


Sumenep, 01 Desember 2009
Yayasan Spiritual Ki Wiralodra
Disetujui oleh,

ttd

( KI WIRALODRA )